Panduan Menyimpan Telur Agar Segar dan Tidak Cepat Busuk
Menjaga kesegaran telur di rumah maupun di tempat usaha sebenarnya tidak rumit, asalkan Anda paham sifat dasar cangkang telur. Cangkang telur terlihat padat, padahal permukaannya memiliki ribuan pori-pori mikroskopis. Pori-pori inilah yang menjadi jalan keluar-masuknya udara dan kelembapan, sekaligus titik lemah masuknya bakteri jika penanganannya keliru.
Salah satu kesalahan paling umum yang sering dilakukan adalah mencuci telur sebelum disimpan. Ketika Anda mencuci telur dengan air mentah, lapisan pelindung alami (kutikula) pada permukaan cangkang justru akan terbilas dan hilang. Tanpa lapisan ini, bakteri seperti Salmonella sangat mudah menembus pori-pori dan merusak bagian dalam telur. Cukup bersihkan kotoran menempel memakai lap kering atau spons bersih tanpa perlu dibasahi.
Posisi meletakkan telur juga memegang peranan penting. Selalu tempatkan telur dengan bagian yang runcing menghadap ke bawah dan bagian yang lebih tumpul menghadap ke atas. Di bagian tumpul telur terdapat kantong udara (air cell). Dengan menempatkan bagian tumpul di atas, kantong udara tidak akan tertekan oleh isi telur sehingga kuning telur tetap berada tepat di tengah dan tidak mudah pecah atau menempel pada dinding dalam cangkang.
Jika menyimpan telur di dalam lemari es, hindari menaruhnya di rak pintu kulkas. Pintu kulkas sering dibuka-tutup sehingga suhu di area tersebut sangat fluktuatif. Perubahan suhu yang drastis menciptakan embun pada cangkang, yang memicu tumbuhnya jamur. Tempatkan telur di bagian rak dalam kulkas yang suhunya relatif stabil antara 4 hingga 7 derajat Celsius.
Untuk kebutuhan dagang atau restoran, usahakan memakai wadah karton (egg tray) yang bersih. Karton menyerap kelembapan berlebih lebih baik dibanding wadah plastik tertutup rapat. Dengan menerapkan metode penyimpanan yang benar, telur segar pasokan dari Blitar dapat bertahan hingga 4 sampai 5 minggu di dalam pendingin tanpa mengalami penurunan kualitas rasa maupun gizi.